Waktu liat buku-buku yang ada di kamar, aku nemuin buku lama.
Pas dibaca, isinya tentang ringkasan diskusi suatu organisasi yang aku ikuti.
Waktu itu aku lagi diserbu sama senior-senior :p
Lebih kurangnya sih masalah yang umum terjadi di suatu organisasi atau kelompok manapun.
Sekarang aku coba share ya, meskipun sedikit tapi semoga bermanfaat :)
Catatan: A = aku, S = senior
A: Apa ya treatment supaya junior mau lebih terbuka dengan pengurus? Karena kan kita basic-nya kekeluargaan nih. Biar komunikasi antar kita bisa baik. Pengurus pun bisa ngebantu kekurangan mereka.
S: Usahain sering kumpul di basecamp. Ngineplah barengan sesekali. Dengan sendirinya komunikasi secara alami terjalin layaknya bersama saudara sendiri. Tanggung jawab saling menjaga juga perlu. Lalu, mulai dari pengurusnya dulu, kalau pengurusnya solid, bakal keliahatan sama juniornya dan mereka juga termotivasi.
S: Udah ga pada interest ngejalaninnya ya?
A: Hmmm kaya masalah kemarin yang ikut dikitan?
S: Yang diperluin cuma niat, kemauan, dan semangat untuk ngejalaninnya. Nah, mulai tanamkan niat, kemauan, dan semangat itu. Then, create your dream with your way. Don't wait for so long..
A: Terus, gimana cara nyolidin pengurus yang ampuh? hehe
S: Komunikasi sih kuncinya. Bisa dengan semua pengurus kumpul dan keluarin semua pendapat (tapi inget, no offense, no judge, atau menjatuhkan pendapat orang lain), biar satu sama lain tau masalahnya dan cari solusi bareng-bareng. Kalau memang butuh penengah, bilang aja. Ya balik lagi ke pengurusnya itu sendiri ya.
A: Kita banyakan sih jadi susah juga yah jaga komunikasinya..
S: Nah, makanya kumpul full team.
S: Kalau rapat itu... formal atau kekeluargaan? Kalian jadi aneh. Secara organisasi, kalian ga jelas sistem kepengurusannya. Secara kekeluargaan, masa ngobrol sesama anggota merasa asing.
A: Waktu rapat mah kita sersan (serius santai). Memang bagaimana?
S: Ya bagus sersan. Yang dipake di sana hati yang ikhlas dan otak yang jernih. Apa kalian udah pake semua itu? Jangan ada yang merasa terbebani. Berani ambil tanggung jawab berarti harus berani fight dengan segala resikonya. Ego-ego yang negatif buang jauh-jauh. Intinya, rasa memiliki kalian terhadap organisasi ini kurang atau malah ga punya rasa memiliki?
S: Kalau jaman saya, gampangnya pengurusnya dikit. Susahnya jadi terlalu banyak tanggung jawab dan jadi pada menghindar hehehe. Dulu saya dan pengurus lainnya sering masak di basecamp yaa meskipun harus ada yang berkorban buat bawa bahan-bahan masaknya yaitu saya hahaha. Trik lain, bikin acara senang-senang bareng. Orang kalau diajak susah suka kabur, diajak seneng pasti mau apalagi gratisan. Dan ga terlalu banyak rapat soalnya rapat itu ngebosenin.
Kalau waktunya rapat, semua harus fokus dan rapatnya terkonsep, arahannya mau kemana, itu biasanya ketua dan jajaran pendamping ketua yang buat lebih dulu. Biar jalannya rapat ga kemana-mana. Ya Ema, emang teori gampang tapi di lapangan bakal beda. Saya juga udah ngalamin itu dan memang sulit. Tapi lebih baik usaha tapi ada hasil walau dikit dibanding ga ada usaha buat nyolidin sama sekali.
S: Kalau di basecamp lagi ada senior yang ibaratnya sesepuh, pengurus dan juniornya kumpul semua di basecamp. Biar akrab satu sama lain, dapat makan gratis pula kan? hahaha.
S: Pandangi masalah jangan dari satu sisi yang mana pasti kalau ga benar ya salah menurut kita. Tapi pandang masalah dengan banyak sisi, dengan begitu kita bisa menganalisis benar dan salah itu untuk mendapatkan solusi terbaik.
Menyelesaikan masalah ga cukup hanya dengan perasaan tapi harus pake logika.
Orang-orang pasti ga mau menambahkan masalah orang lain ke dalam hidupnya. Kecuali masalah orang yang berharga bagi orang tersebut. Tapi harus tau kapan harus bertindak untuk masalah orang itu. Kalau dia berharga, bantulah masalahnya segera mungkin. Jangan tunggu sampai masalahnya parah dulu baru bertindak.
Jangan jadi orang pengecut yang hanya berbicara dalam hati ataupun di belakang. Karena kita akan mendapat balasan yang setimpal dari apa yang kita lakukan kok.
Jangan sungkan menegur kalau ada yang berbuat salah. Kalau tidak didengar ya udah biarkan saja.
Biasakan jangan lihat caranya tapi lihat maksudnya. Dengan begitu kita ga akan salah pemahaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar